Monday, 21 August 2017

Hutan di Banyuwangi yang Seperti di Film Lord Of The Rings

Foto: De Djawatan di Banyuwangi yang mirip Hutan Fangorn dalam film Lord of The Rings (GarasiGaming.com/garasiTravel)

Banyuwangi - Banyuwangi punya objek wisata yang suasananya mirip seperti Hutan Fangorn dalam film Lord of The Rings lho. Namanya De Djawatan.
Banyuwangi semakin menunjukkan beragam destinasi wisatanya. Tak hanya gunung dan pantai, namun juga suasana hutan dan perkebunan yang rindang.
Bagi traveler pecinta Lord of The Rings danThe Hobbit, tak perlu jauh-jauh pergi ke Selandia Baru untuk merasakan suasana seperti dalam film. Traveler cukup datang ke De Djawatan, yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Traveler akan bisa merasakan suasana yang mirip seperti dalam film itu.
 Hutan di Banyuwangi yang Seperti di Film Lord Of The RingsFoto: (GarasiGaming.com/garasiTravel)

Tempat ini sangat unik. Puluhan pohon trembesi yang hidup di kawasan itu sekilas seperti berada di Hutan Fangorn dalam film Lord of The Rings.
De Djawatan ini merupakan hutan lindung milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Sejak zaman Belanda, ini adalah Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dari hasil hutan milik Perhutani di kawasan selatan Banyuwangi.
"Luasan lahan sekitar 3,8 hektar. Ada sekitar 50 pohon trembesi besar peninggalan Belanda yang masih hidup," ujar Dwijono Kuswurjanto, Asper Perhutani KPH Banyuwangi Selatan kepada detikTravel, Sabtu (19/8/2017).
 Hutan di Banyuwangi yang Seperti di Film Lord Of The RingsFoto: (GarasiGaming.com/garasiTravel)

Lokasinya yang belum banyak diketahui orang membuat alamnya lebih bersih. Jenis pepohonan yang menjadi daya tarik tempat ini adalah trembesi. Uniknya di pohon trembesi tersebut terdapat sejenis benalu atau pakis, yang menumpang hidup di batang pohon. Selain bentuknya yang unik, juga bisa menjadi tanaman peneduh.
Selain itu, di lokasi ini dilengkapi dengan beberapa rumah pohon. Beberapa kendaraan bekas untuk mengangkut kayu juga dipasang di sana. Tak ketinggalan, traveler yang ingin meluncur dari atas pohon, juga tersedia.
 Hutan di Banyuwangi yang Seperti di Film Lord Of The RingsFoto: (GarasiGaming.com/garasiTravel)

Kontan saja, lokasi yang baru dibuka ini menjadi tempat baru wisatawan untuk mengabadikan foto di lokasi ini. Sangat instagramable.
"Di sini tenang. Kebanyakan untuk tempat nyantai sambil berfoto ria di sini," tambahnya.
Hutan di Banyuwangi yang Seperti di Film Lord Of The RingsFoto: (GarasiGaming.com/garasiTravel)
Hutan lindung ini kini berubah menjadi destinasi wisata. Beberapa sarana dan prasarana pun dibangun. Mulai toilet hingga tempat ibadah. Tak hanya itu, beberapa wahana juga hadir untuk mengisi liburan wisatawan di kawasan yang sejuk ini. Tentunya, tak merusak kondisi lingkungan sekitar.
"Suasananya sejuk. Seperti hutan pada zaman dahulu. Pas seperti di film Hobbit dan Lord Of The Ring itu," ujar Vina, salah satu pengunjung De Djawatan.
Berita : GarasiGaming.com

Thursday, 17 August 2017

Kehidupan Biksu Cilik di Pegunungan Himalaya

Biksu-biksu cilik di Pegunungan Himalaya (GarasiGaming/Reuters)
India - Menjadi biksu bukanlah hal yang bisa dilakukan begitu saja. Sejak kecil mereka juga harus sekolah dan belajar di Pegunungan Himalaya.
Diintip GarasiTravel dari Reuters, Rabu (16/8/2017) Pegunungan Himalaya tak hanya cantik pemandangannya. Di sini juga sekolah untuk para biksu-biksu cilik. Mereka akan dikirim oleh para keluarga di Tibet.
Di sekolah ini mereka akan belajar tentang budaya, agama, dan bahasa mereka sendiri. Layaknya sekolah, mereka memiliki seragam. Seragamnya yaitu jubah merah marun yang dibuat seperti pakaian biksu dewasa.
Biksu-biksu kecil ini bersekolah di dalam Biara Thiksey, di dekat Leh di Ladakh. Biara ini dikelilingi dengan tembok bercat putih setinggi 3000 m di tebing berbatu.
 Biara Thiksey dan pemandangan Pegunungan Himalaya (GarasiGaming/Reuters)
Dari sini, biksu-biksu kecil dapat melihat langsung pemandangan mengagumkan dari dali Lembah Indus ke pegunungan luar. Biara ini berada di Kashmir yang dikelola India.
Bukan hanya sekedar sekolah bagi para biksu cilik. Thiksey juga merupakan rumah bagi komunitas monastik yang berafiliasi dengan 'topi kuning' atau sekte Tibet Gelukpa. Biara ini sudah ada sejak abad ke-15.
Ajaran Buddhisme Tibet merupakan sebuah agama di pengasingan. Ketika itu orang-orang tibet mengungsi dan melarikan diri karena dijajah oleh orang Tionghoa.
Saat itu, orang-orang Tibet melarikan diri melintasi perbatasan setelah pemberontakan gagal melawan peraturan China pada tahun 1959. Mereka tinggal di suatu kawasan yang disebut 'Tibet Kecil' di India utara dan selatan.
Buddhisme adalah tradisi yang berfokus pada pengembangan spiritual pribadi. Umat Buddha berusaha untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang sifat sejati kehidupan dan tidak menyembah tuhan atau dewa.
Wajah biksu-biksu cilik di Biara Thiksey Wajah biksu-biksu cilik di Biara Thiksey Foto: (GarasiGaming /Reuters)
Berita : GarasiGaming.com

Wednesday, 16 August 2017

Kisah Perjuangan Toleransi Islam, Kristen dan Yahudi di Bosnia

 Kota Toleransi Bosnia ( Foto: GarasiGaming.com )

Sarajevo - Kota Sarajevo disebut-sebut sebagai kota paling toleransi di dunia. Punya masa lalu yang kelam, ketiga agama ini justru hidup akur berdampingan.

Diintip detikTravel dari Reuters, Selasa (15/8/2017), Kota Sarajevo di Bosnia memiliki 3 agama besar yang dianut, yaitu Kristen, Islam, dan Yahudi. Namun cinta kasih terhadap sesama begitu terlihat di sini.

Keadaan damai terlihat begitu kamu masuk ke dalam kota. Ada banyak rumah ibadah dari ketiga agama ini yang dibangun berdampingan.

Padahal kalau melihat ke masa lalu, perang karena praktik politik agama pernah berkecamuk pada 1990-an. Perang tersebut menghancurkan kerukunan yang sudah dibangun sejak 5 abad lalu.

Kisah Perjuangan Toleransi Islam, Kristen dan Yahudi di BosniaMufti Husein Kavazovic, Kepala Komunitas Islam di Bosnia (Dac: GarasiGaming/Reuters)

Mufti Husein Kavazovic, Kepala Komunitas Islam di Bosnia (Doc: GarasiGaming.com/Reuters)

Mufti Husein Kavazovic, Kepala Komunitas Islam di Bosnia mengatakan bahwa orang-orang beriman tidak dapat dengan mudah mencapai perdamaian.

"Terserah elit politik mau berbuat sebanyak apa. Sebagai permulaan, akan lebih baik jika mereka menghentikan manipulasi ideologis agama mereka untuk tujuan politik mereka sendiri. Tentu saja, bagi kita tentu saja tidak membiarkan mereka melakukan itu, " kata Kavazovic.

Tapi layaknya sebuah negara, selalu ada saja orang-orang yang ingin kelompokny diekslusifkan. Namun para para pemimpin agama tetap berjuang untuk memulihkan perpecahan yang begitu merugikan seperti tahun 1992-1995. Saat itu lebih dari 100.000 warga sipil terbunuh dan jutaan orang mengungsi karena perpecahan.

Kisah Perjuangan Toleransi Islam, Kristen dan Yahudi di BosniaNektarije, seorang diakon di Biara Ortodoks Zitomislici (Dado Ruvic/Reuters)

Nektarije, seorang diakon di Biara Ortodoks Zitomislici (Doc: GarasiGaming.com/Reuters)

"Sangat penting bahwa kita memiliki budaya dan agama yang berbeda di sini, dan berdasarkan itu kita dapat dengan mudah membangun dan memverifikasi identitas kita sendiri," kata Nektarije, seorang diakon di biara Ortodoks Zitomislici di tempat yang sekarang didominasi oleh Katolik yang didominasi orang Kroasia.

Jakob Finci, presiden komunitas Yahudi di Bosnia, memberi Sarajevo sebagai contoh kerja sama yang erat. Alasannya, orang-orang Muslim di sana membantu orang-orang Yahudi untuk bersembunyi selama Perang Dunia Kedua dan orang-orang Yahudi menyediakan makanan untuk orang-orang dari semua agama dalam pengepungan tiga tahun oleh orang Serbia Bosnia.

Sepertinya perjuangan ini layak dicontoh oleh Indonesia. Apalagi Indonesia memang negera yang memiliki ragam budaya dan bahasa. Yuk jaga keberagaman Indonesia, salam Bhinneka Tunggal Ika.

 
Foto: (Doc: GarasiGaming.com/Reuters) 
( Berita : GarasiGaming.com )

Open Trip Ke Kalimantan Timur, Ini Destinasinya

  ( Foto: GarasiGaming.com ) Jakarta  - Open trip ke Kalimantan Timur ternyata bukan hanya Derawan dan Maratua saja. Ada banyak dest...